pembuatan aluminium

Pembuatan Aluminium

Aluminium adalah salah satu material yang sering digunakan dalam pembuatan material yang dipakai untuk bangunan. Mulai dari kusen sampai dengan atap kebanyakan menggunakan aluminium sebagai bahan dasar pembuatannya. Banyak yang memilih untuk menggunakan aluminium sebagai material untuk pembangunan karena aluminium terkenal dengan kualitasnya yang kuat serta tahan lama. Selain itu banyak sekali keuntungan yang bisa anda dapatkan jika menggunakan aluminium sehingga tidak sedikit orang-orang yang mempercayakan bahan bangunannya pada aluminium. Namun tahukan anda bagaimimana proses pembuatan aluminium tersebut? Tentunya proses pembuatan aluminium adalah urusan dari took aluminium yang menjual berbagai macam barang yang terbuat dari aluminium. Namun tidak ada salahnya untuk mengetahui proses pembuatan aluminium untuk menambah pengetahuan anda.

  1. Proses Pembuatan Aluminium

Tahapan untuk pembuatan aluminium ada dua kali, yaitu tahap pemurnian dan juga tahap peleburan. Tahap pertama adalah tahap pemurnian bauksit sehingga akan diperoleh aluminium oksida yang murni atau disebut dengan aluminia. Jika hal pertama ini sudah dikerjakan, maka selanjutnya anda akan masuk ke tahap kedua yaitu tahap peleburan dari aluminia tersebut. Pada tahap pertama yaitu tahap pemurnian dilakukan untuk menghilangkan hal yang membuat bauksit kotor. Biasanya, pengotor ini terdiri dari Fe203, SiO2, dan TiO2. Cara untuk melakukan pembersihan ini adalah dengan melarutkan baiksit yang ada dalam larutan natrium hidroksida atau disebut NaOH.

Al2O3 (s) + 2NaOH (aq) + 3H2O (l) à 2NaAl (OH)4(aq)

Cara kerjanya adalah larutnya aluminium oksida yang ada dalam NaOH sedangkan pengotor yang ada padanya tidak larut. Pengotor tersebut dapat dipisahkan menggunakan proses penyaringannya. Setelah itu, aluminium akan diendapkan dari filtranya dengan cara gs CO2 yang dialirkan dan juga pengenceran.

2NaAl (OH) 4 (aq) + CO2 (g) à 2Al (OH) 3 (s) + Na2CO3 (aq) + H2O (l)

Setelah itu, endapan aluminium hiroksida yang ada disaring dan juga dikeringkan setelah itu akan diperoleh aluminium oksida yang murni (Al203)

2Al (OH) 3(s) à Al2O3 (s) + 3H2O (g)

Tahap yang kedua adalah tahap peleburan aluminia tersebut dengan cara yang dinamakan reduksi menggunakan proses elektrolis. Dalam proses ini aluminium oksida dilarutkan di dalam lelehan kriolit (Na3AlF6) di dalam bejana baja yang berlapis grafit dan juga berfunsing sebagai katode. Setelah itu, elektrolisis akan dilakukan pada suhu 950 derajar celcius.

  1. Kegunaan Aluminium

Aluminium adalah salah satu material yang bagus yang biasa digunakan untuk berbagai macam hal. Contohnya adalah pada kabel bertegangan tinggi dan juga digunakan untuk berbagai macam bingkai jendela dan juga pintu. Bisa juga digunakan untuk membuat hal hal seperti tangga aluminium dan juga perkakas rumah seperti panci, tutup botol susu, botol miniuman ringan, dan juga berbagai macam peralatan lainnya yang berguna untuk kegiatan rumah tangga anda. Selain itu, aluminium juga diguanakan untuk melapisi lampu mobil dan juga motor, selain itu juga digunakan untuk compact disks. Aluminium adalah salah satu material yang kuat sehngga banyak digunakan untuk berbagai macam perkakas rumah. Oleh karena itu menggunakan aluminium sebagai salah satu bahan perkakas adalah pilihan yang bagus karena kualitas yang baik.